Kasus dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior di laga Benfica vs Real Madrid terus bergulir. Namun, mantan wasit LaLiga Eduardo Iturralde Gonzalez menilai UEFA akan menghadapi tantangan besar untuk membuktikan tuduhan tersebut.
Insiden terjadi saat Real Madrid menang 1-0 atas Benfica di Estadio da Luz pada leg pertama play-off 16 besar Liga Champions. Vinicius mencetak gol kemenangan dan melakukan selebrasi yang memicu reaksi keras dari pemain tuan rumah, termasuk Gianluca Prestianni yang kemudian dituding melontarkan hinaan rasial.
Menurut Iturralde, UEFA memang akan membuka investigasi dengan meminta keterangan dari Prestianni, Vinicius, serta pemain lain yang berada di sekitar kejadian. Namun dari sisi pembuktian, kasus ini tidak sederhana.
“UEFA akan mengalami kesulitan besar dalam membuktikan penghinaan tersebut. Cuplikan video tidak banyak membantu karena dia menutupi mulutnya dengan jersey dan tidak terlihat jelas apa yang diucapkan,” ujar Iturralde seperti dikutip AS.
Benfica pun langsung memberikan pembelaan. Klub asal Portugal itu menilai secara jarak dan situasi di lapangan, kecil kemungkinan pemain Madrid bisa mendengar secara jelas apa yang diklaim mereka dengar.
Perdebatan ini kini menunggu langkah resmi UEFA. Jika bukti tak cukup kuat, sanksi kemungkinan sulit dijatuhkan, meski tekanan publik terhadap isu rasisme di sepakbola Eropa tetap besar.