Raheem Sterling kini menghadapi fase sulit dalam kariernya setelah bergabung dengan Feyenoord di Eredivisie. Alih-alih bangkit, performanya justru menuai banyak kritik.
Didatangkan dengan kontrak singkat selama enam bulan, Sterling baru mencatatkan satu assist dari enam penampilan sejak bergabung pada Februari. Dalam laga terakhir melawan NEC Nijmegen yang berakhir 1-1, ia bahkan hanya duduk di bangku cadangan.
Pelatih Robin van Persie menyebut kondisi kebugaran menjadi alasan utama. Namun, kritik dari para pengamat sepak bola Belanda jauh lebih tajam.
Beberapa analis menilai Sterling sudah tidak lagi berada di level tertinggi. Mereka menyoroti penurunan kecepatan, kontribusi minim di lapangan, hingga kesulitan mengikuti ritme permainan modern.
Salah satu kritik menyebut bahwa Sterling tak lagi efektif sebagai winger, terutama dalam menciptakan peluang. Bahkan ada yang menilai tim akan lebih kompetitif jika ia tidak dimainkan sebagai starter.
Penurunan performa ini sebenarnya sudah terlihat sejak masa akhir di Chelsea. Setelah gagal bersinar, ia sempat dipinjamkan ke Arsenal sebelum akhirnya dilepas.
Kini di Feyenoord, Sterling menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya belum habis. Namun dengan kritik yang terus berdatangan, masa depannya di level tertinggi semakin dipertanyakan.
Disclaimer: