Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menjadi sorotan usai melakukan selebrasi emosional dalam final Carabao Cup melawan Arsenal. Aksinya sempat dianggap tidak menghormati lawan.
Dalam laga yang digelar Minggu (22/3/2026), Manchester City berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0. Nico O’Reilly tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol cepat di babak kedua.
Momen selebrasi Guardiola mencuri perhatian. Ia terlihat berteriak, berlari di area teknis, hingga menendang papan iklan di pinggir lapangan usai gol tercipta.
Aksi tersebut memicu kritik, dengan sebagian pihak menilai Guardiola berlebihan dalam merayakan gol di pertandingan besar tersebut.
Padahal, Guardiola saat itu sedang menjalani hukuman larangan mendampingi tim di kompetisi domestik, meski tidak berlaku untuk final Carabao Cup.
Menanggapi hal tersebut, Guardiola menegaskan bahwa selebrasinya murni luapan emosi, bukan bentuk ketidakhormatan kepada Arsenal.
Ia menyebut dirinya hanya mengekspresikan kebahagiaan atas performa timnya di momen penting.
“Saya hanya merayakan. Saya manusia, bukan robot. Ketika kami mencetak gol, emosi itu keluar,” ujarnya.
Guardiola juga menekankan bahwa tidak ada niat untuk meremehkan Arsenal maupun para pendukungnya.
Baginya, selebrasi tersebut adalah bagian dari kegembiraan bersama tim atas keberhasilan meraih trofi.
Kemenangan ini menjadi gelar kesembilan Manchester City di ajang Carabao Cup sekaligus menegaskan dominasi mereka di kompetisi domestik.
Disclaimer: