
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 06 February 2026
Cristiano Ronaldo dikabarkan menolak tampil karena kekecewaannya terhadap aktivitas transfer Al Nassr pada bursa musim dingin. Sikap tersebut langsung mendapat respons dari pihak Saudi Pro League yang menegaskan bahwa tak ada pemain yang bisa bertindak di luar kewenangan klub.
Ronaldo absen dan memilih mogok bermain saat Al Nassr meraih kemenangan 1-0 atas Al Riyadh pada Senin (2/2/2026). Keputusan itu disebut dipicu ketidakpuasan sang megabintang terhadap minimnya pergerakan Al Nassr di bursa transfer Januari 2026.
Kekecewaan Ronaldo semakin besar karena klub-klub lain yang berada di bawah naungan Public Investment Fund (PIF) justru aktif memperkuat skuad. Al Ittihad, Al Hilal, dan Al Ahli melakukan belanja besar, sementara Al Nassr hanya mendatangkan satu pemain anyar, yakni gelandang muda Irak, Haydeer Abdulkareem.
Sebagai perbandingan, rival utama Al Nassr musim ini, Al Hilal, sukses merekrut Karim Benzema dari Al Ittihad. Al Hilal saat ini memuncaki klasemen Saudi Pro League dan hanya unggul satu poin dari Al Nassr dalam persaingan gelar juara.
Menanggapi situasi tersebut, pihak Saudi Pro League menegaskan bahwa setiap klub memiliki otonomi penuh dalam menentukan kebijakan transfernya masing-masing.
“Saudi Pro League beroperasi dengan prinsip sederhana: setiap klub berjalan secara independen di bawah aturan yang sama,” ujar juru bicara liga kepada BBC.
Ia menambahkan bahwa setiap klub memiliki struktur kepemimpinan sendiri. “Klub memiliki dewan direksi, jajaran eksekutif, dan pimpinan sepakbola masing-masing. Keputusan terkait rekrutmen pemain, pengeluaran, dan strategi berada sepenuhnya di tangan klub, dalam kerangka keuangan yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan dan keseimbangan kompetisi.”
Pihak liga juga mengakui peran besar Ronaldo sejak bergabung dengan Al Nassr. “Cristiano telah terlibat penuh sejak kedatangannya dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan serta ambisi klub. Seperti pemain elite lainnya, dia tentu ingin menang.”
Namun, Saudi Pro League menegaskan batas kewenangan pemain. “Tidak ada individu—sebesar apa pun perannya—yang dapat menentukan keputusan di luar struktur klub mereka.”
Menurut liga, perbedaan strategi transfer antar klub adalah hal yang wajar. “Aktivitas transfer terbaru menunjukkan independensi tersebut. Ada klub yang memperkuat tim dengan cara tertentu, sementara klub lain memilih pendekatan berbeda. Itu sepenuhnya keputusan masing-masing klub, selama berada dalam parameter keuangan yang telah disepakati,” pungkasnya.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.





