Pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengakui dirinya menghadapi tekanan besar setelah keributan yang terjadi dalam laga melawan Real Madrid di Liga Champions, Selasa lalu.
Dalam pertandingan di Lisbon yang dimenangi Madrid 1-0, suasana memanas usai gol Vinicius Junior pada menit ke-50. Penyerang asal Brasil itu melapor kepada wasit karena mengaku mendapat hinaan rasis dari Gianluca Prestianni.
Sebelumnya, Vinicius juga mendapat ejekan dari suporter Benfica yang menilai selebrasinya berlebihan. Mourinho kemudian menuding selebrasi tersebut tidak menghormati lawan. Ia bahkan menyebut ada sesuatu yang “tidak beres” karena Vinicius kerap mendapat cibiran di berbagai stadion.
Komentar itu memicu kritik tajam. Mourinho dinilai tak bijak dan dianggap tidak berkaca pada dirinya sendiri.
Menjelang laga Liga Portugal melawan AVS, Mourinho memilih tidak menggelar konferensi pers seperti biasanya. Ia menyampaikan pernyataannya melalui kanal resmi Benfica.
“Laga itu sangat menuntut dalam setiap aspek. Hingga menit ke-50, itu adalah pertandingan hebat dengan intensitas maksimal, baik secara fisik maupun taktik,” ujar Mourinho.
Namun ia mengakui dampak emosional dari insiden tersebut cukup berat.
“Dari menit ke-51 hingga sekarang — dan ini belum akan berakhir — secara emosional tidak mudah menghadapi semua yang telah terjadi dan terus terjadi,” lanjutnya.
Meski demikian, Mourinho menegaskan fokus timnya kini beralih ke laga berikutnya.
“Ada pertandingan penting besok. Untuk ambisi dan impian kami, itu sangat penting untuk dimenangkan. Kami harus tetap fokus dan tampil di level tertinggi,” tegasnya.
Setelah menghadapi AVS, Benfica akan bertandang ke Madrid untuk leg kedua. Mourinho sendiri tidak bisa mendampingi tim dari bangku cadangan karena menerima kartu merah di leg pertama akibat protes kepada wasit.