Insiden keras terjadi dalam laga antara Fortuna Sittard melawan NAC Breda yang melibatkan Justin Hubner dan Lewis Holtby.
Dalam duel perebutan bola, Hubner lebih dulu menyentuh bola di udara. Namun setelah itu, kakinya menghantam tulang kering Holtby yang terangkat, menyebabkan luka robek serius hingga pemain tersebut harus ditarik keluar.
Insiden ini langsung memicu perdebatan luas, terutama soal penggunaan shin pads mini di kalangan pemain sepak bola modern.
Banyak pihak menilai cedera yang dialami Holtby bisa diminimalisir jika ia menggunakan pelindung tulang kering berukuran standar. Shin pads mini dinilai tidak memberikan perlindungan maksimal terhadap benturan keras.
Sesuai aturan FIFA dalam Law 4, shin pads merupakan perlengkapan wajib yang harus memberikan perlindungan yang memadai bagi pemain. Namun, aturan tersebut tidak secara spesifik mengatur ukuran minimalnya.
Tren penggunaan shin pads kecil sendiri mulai populer setelah dipopulerkan oleh Jack Grealish saat masih membela Aston Villa. Tujuannya adalah meningkatkan kenyamanan dan fleksibilitas dalam bermain.
Seiring waktu, tren ini diikuti banyak pemain lain seperti Trent Alexander-Arnold hingga bintang muda seperti Lamine Yamal.
Namun, insiden yang menimpa Holtby kembali memunculkan pertanyaan penting: apakah kenyamanan layak ditukar dengan risiko cedera yang lebih besar?
Perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut, terutama jika tidak ada regulasi yang lebih tegas terkait standar perlindungan bagi pemain di lapangan.
Disclaimer: