Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa taktik sepak pojok yang digunakan timnya tidak melanggar aturan. Ia menilai strategi tersebut merupakan bagian dari evolusi taktik dalam sepak bola modern.
Musim ini, Arsenal memang sangat berbahaya dalam situasi bola mati, terutama dari sepak pojok. The Gunners sudah mencetak 16 gol dari situasi korner di Liga Inggris musim ini.
Produktivitas tersebut turut membantu Arsenal memimpin klasemen sementara Premier League dengan 67 poin. Mereka unggul tujuh poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua.
Namun keberhasilan Arsenal dalam memanfaatkan sepak pojok memunculkan kritik dari beberapa pihak. Hal ini karena Arsenal sering menumpuk banyak pemain di area kotak kecil saat mengambil korner, lalu mengirimkan bola ke tiang jauh.
Strategi tersebut membuat kiper lawan kesulitan mengantisipasi bola karena ruang geraknya terbatas oleh banyaknya pemain di depan gawang.
Keberhasilan taktik ini bahkan mulai ditiru oleh beberapa tim lain karena terbukti efektif menghasilkan gol. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa terlalu banyak gol dari sepak pojok dapat membuat permainan menjadi kurang menarik.
Menanggapi kritik tersebut, Arteta menjelaskan bahwa perkembangan taktik merupakan hal yang wajar dalam sepak bola.
Ia percaya strategi permainan akan terus berkembang seiring dengan perubahan aturan yang diterapkan.
“Itulah mengapa ada aturan. Jika Anda tidak ingin melihat lemparan jauh, maka beri batas waktu empat detik untuk melakukannya, selesai,” ujar Arteta seperti dikutip dari situs resmi Arsenal.
Arteta juga menyoroti sistem penjagaan man-to-man sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi situasi bola mati.
“Masalah terbesar sebenarnya adalah penjagaan man-to-man. Percayalah, jika semua manajer sepakat bahwa bertahan dengan sistem man-to-man tidak diperbolehkan, maka besok Anda akan melihat liga yang benar-benar berbeda,” jelasnya.
Disclaimer: