
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 17 September 2026
Luciano Spalletti enggan memikirkan tekanan yang muncul setelah Juventus gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir. Pelatih Bianconeri itu memilih fokus memperbaiki performa tim dan membawa Juventus kembali ke jalur kemenangan.
Juventus baru saja menelan kekalahan 2-3 dari Sassuolo pada pekan keempat Serie A akhir pekan lalu. Lini belakang menjadi sorotan setelah tampil rapuh dan beberapa kali mudah ditembus lawan.
Hasil tersebut memperpanjang tren Juventus yang gagal menang dalam dua pertandingan terakhir. Sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 1-1 saat menghadapi AC Milan pada pekan ketiga.
Akibat hasil tersebut, Juventus kini turun ke posisi kedelapan klasemen sementara Serie A dengan tujuh poin. Bianconeri tertinggal lima angka dari AS Roma yang berada di puncak klasemen.
Situasi tersebut membuat posisi Spalletti mulai mendapat sorotan. Media lokal Italia bahkan mulai mengaitkan Juventus dengan mantan pelatih mereka, Antonio Conte.
Namun, Spalletti menegaskan tidak ingin terbawa oleh berbagai pemberitaan dan tekanan dari luar tim. Menurutnya, tekanan merupakan bagian dari kehidupan dan profesinya sebagai pelatih.
“Belajar menerima tekanan itu ibarat obat; hal itu membantu Anda menjalani hidup dengan benar,” ujar Spalletti pada Rabu (16/9/2026), dikutip Football Italia.
Spalletti mengaku sudah terbiasa menghadapi tekanan sejak masih kecil. Ia menyebut pengalaman hidup tersebut membuatnya tidak terlalu memikirkan tekanan yang datang setelah sebuah kekalahan.
“Saya sudah belajar hal itu sejak lama. Bahkan saat berusia 10 tahun, saya harus membantu bekerja sepulang sekolah ketika keluarga saya sedang mengalami masa sulit, jadi bayangkan saja seberapa besar saya memedulikan soal ‘tekanan’,” lanjutnya.
Pelatih asal Italia itu juga menegaskan bahwa dirinya hanya ingin memperhatikan hal-hal yang memang bisa dikontrol. Reaksi negatif setelah kekalahan tidak menjadi sesuatu yang ingin ia pikirkan.
“Saya sangat mencintai profesi saya, dan reaksi negatif setelah kekalahan tak terlalu memengaruhi saya karena itu adalah hal yang tak bisa saya kontrol. Saya yang memutuskan apa saya harus perhatikan dan kapan memilih tidak, dan dalam kasus ini, saya memilih untuk tidak memikirkannya,” tegas Spalletti.
Spalletti juga tidak terkejut dengan tekanan yang muncul meski musim baru berjalan empat pertandingan. Terlebih, sudah ada dua pelatih Serie A yang kehilangan pekerjaannya, yakni Fabio Grosso di Fiorentina dan Domenico Tedesco di Bologna.
“Itu hal yang wajar. Saya tak terkejut ada dua pelatih yang dipecat setelah empat laga, dan saya juga tak terkejut dengan komentar-komentar yang muncul di sini,” kata Spalletti.
“Kami memiliki prioritas sendiri, yaitu memenangkan pertandingan dan menunjukkan jati diri kami sebagai Juventus,” tegasnya.
Juventus kini memiliki kesempatan untuk merespons hasil buruk tersebut di kompetisi Eropa. Bianconeri akan menjamu klub asal Belanda, NEC Nijmegen, pada matchday pertama fase grup Liga Europa, Jumat (18/9) pukul 02.00 WIB.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




