
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 13 Agustus 2026
Shin Tae-yong kembali menerapkan prinsip yang menjadi ciri khasnya dalam membangun sebuah tim. Pelatih asal Korea Selatan itu menjadikan kondisi fisik sebagai fondasi utama Persija Jakarta dalam pemusatan latihan di Thailand.
Persija tengah mempersiapkan diri menghadapi Super League 2026/2027. Selama menjalani TC di Thailand, aspek fisik menjadi salah satu fokus utama sebelum Shin Tae-yong mengarahkan tim lebih jauh pada pematangan taktik.
Program latihan Persija bahkan digelar dua kali sehari. Pada sesi pagi, para pemain mendapatkan menu penguatan otot dan fisik. Sementara latihan sore difokuskan pada penerapan taktik serta permainan tim.
Pendekatan tersebut mengingatkan pada metode Shin Tae-yong ketika menangani Timnas Indonesia. Sejak awal kariernya bersama Skuad Garuda, Shin memang menempatkan kondisi fisik sebagai dasar untuk menjalankan permainan dengan intensitas tinggi.
“Dasar utama dalam sepakbola adalah fisik. Hanya jika memiliki fisik yang kuat, fokus dan konsentrasi pemain juga akan meningkat pesat. Oleh karena itu, saya menganggap hal tersebut sangat penting,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari laman Persija.
Shin ingin para pemain Persija mampu menjaga intensitas permainan hingga pertandingan berakhir. Kondisi fisik yang prima dinilai akan membantu pemain mempertahankan konsentrasi sekaligus menjalankan instruksi dengan lebih konsisten.
Sejak latihan perdana Persija pada Juli lalu, fisik memang sudah menjadi prioritas Shin. Ia menyadari gaya permainan yang ingin diterapkannya membutuhkan pemain dengan tingkat kebugaran tinggi.
Namun, latihan fisik yang diberikan Shin bukan sekadar meningkatkan beban secara drastis. Persija terlebih dahulu melakukan pengukuran kemampuan fisik dasar, kekuatan otot, hingga kadar lemak tubuh setiap pemain.
Hasil pengukuran tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan program latihan. Shin ingin kondisi fisik pemain meningkat secara bertahap tanpa meningkatkan risiko cedera.
“Kami tidak memaksakan latihan secara drastis, melainkan meningkatkan fisik secara bertahap sambil membentuk kekuatan otot yang sesuai. Jadi, saya berharap tidak akan ada cedera selama TC di Thailand,” ujar Shin.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa metode Shin Tae-yong di Persija tidak hanya mengandalkan latihan keras. Ada proses evaluasi, pengukuran, serta penyesuaian beban latihan berdasarkan kondisi masing-masing pemain.
Program di Thailand sendiri difokuskan pada dua aspek utama, yakni fisik dan taktik. Materi latihan disesuaikan dengan kebutuhan tim serta kondisi kebugaran para pemain.
Fondasi fisik menjadi semakin penting karena Shin ingin Persija memiliki karakter permainan dengan mobilitas tinggi. Ia sebelumnya mengungkapkan keinginannya agar para pemain, selain penjaga gawang, mampu bergerak lebih luas dan saling mengisi di lapangan.
Konsep tersebut tentu membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Pemain harus mampu berlari, menjaga intensitas, serta menjalankan pergerakan yang diinginkan Shin sepanjang pertandingan.
Karena itu, TC di Thailand menjadi momentum penting bagi Shin untuk membentuk Persija sesuai dengan karakter permainannya. Ia juga menegaskan keinginannya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap proses latihan dan pertandingan.
“Saya tetap all out. Saya belajar dari Chou Tien Chen saja lah. Ke mana pokoknya sikat. Latihannya di pertandingan,” tegas Shin Tae-yong.
Persija kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum menghadapi Super League 2026/2027. Setelah fondasi fisik mulai terbentuk, Shin akan semakin fokus mengoptimalkan taktik dan kekompakan tim sebagai bagian penting dari persiapan musim baru.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




