Kisah transfer Mohamed Salah ke Liverpool kembali menjadi sorotan. Di balik kesuksesannya, muncul cerita bahwa sang winger awalnya bukan pilihan utama Juergen Klopp.
Salah didatangkan dari AS Roma pada 2017 dengan harga yang kini dianggap sangat murah, jika melihat kontribusinya selama bertahun-tahun.
Selama berseragam Liverpool, ia menjelma menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub, dengan ratusan gol dan assist serta berbagai trofi bergengsi.
Namun, laporan menyebut bahwa Klopp sempat lebih tertarik merekrut Julian Brandt.
Nama Salah justru didorong oleh Direktur Keolahragaan saat itu, Michael Edwards, bersama tim perekrutan klub.
Meski begitu, Klopp menegaskan bahwa Salah tetap masuk dalam daftar target sejak awal.
Ia menjelaskan bahwa proses perekrutan pemain memang melibatkan beberapa opsi, dan diskusi dengan banyak pemain adalah hal yang wajar.
Klopp juga menekankan bahwa pada akhirnya klub sangat yakin bahwa Salah adalah pilihan yang tepat.
Keputusan tersebut terbukti jitu, mengingat dampak besar yang diberikan Salah terhadap kesuksesan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Kisah ini menunjukkan bahwa dalam dunia sepak bola modern, keputusan transfer sering kali merupakan hasil kolaborasi antara pelatih dan tim rekrutmen.
Dan dalam kasus ini, hasil akhirnya menjadi salah satu transfer paling sukses dalam sejarah klub.
Disclaimer: