Performa tiga pemain lokal, yakni Rizky Ridho, Beckham Putra, dan Dony Tri Pamungkas, menjadi sorotan di Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026.
Ketiganya mendapat kepercayaan dari pelatih John Herdman untuk tampil di dua pertandingan penting.
Beckham tampil paling mencolok dengan mencetak dua gol saat Indonesia menang telak atas Saint Kitts & Nevis.
Sementara itu, Rizky Ridho menunjukkan konsistensi di lini belakang dengan tampil sebagai starter di dua laga.
Dony Tri juga memberikan kontribusi positif meski sempat bergantian antara starter dan pemain pengganti.
Herdman memuji perkembangan ketiga pemain tersebut, terutama dari sisi kepercayaan diri dan pemahaman taktik.
Namun, pertanyaan penting mulai muncul: apakah mereka bisa menjaga konsistensi?
Kalau dilihat lebih dalam, performa di turnamen singkat seringkali belum cukup untuk menjadi tolok ukur jangka panjang.
Tekanan di level internasional berbeda, apalagi saat menghadapi tim dengan kualitas lebih tinggi seperti Bulgaria—di mana efektivitas serangan Indonesia masih jadi masalah.
Ada juga faktor lain yang sering luput: konsistensi biasanya ditentukan oleh performa di klub.
Ridho dan Dony di Persija Jakarta, serta Beckham di Persib Bandung, harus mampu menjaga level permainan sepanjang musim, bukan hanya di timnas.
Di sisi lain, usia muda mereka justru membuka peluang besar untuk berkembang.
Dengan menit bermain yang cukup dan sistem yang tepat, ketiganya bisa menjadi tulang punggung Timnas Indonesia ke depan.
Tantangannya bukan lagi soal potensi, tapi soal konsistensi dan mental bertanding di level lebih tinggi.
Disclaimer: