UEFA menjatuhkan sanksi kepada Gianluca Prestianni setelah dinyatakan bersalah menghina Vinicius Junior dalam laga Liga Champions.
Gelandang Benfica itu mendapat larangan bermain sebanyak enam pertandingan.
Namun, tiga dari hukuman tersebut bersifat ditangguhkan dan hanya akan berlaku jika ia mengulangi pelanggaran serupa.
Dengan demikian, secara efektif Prestianni hanya perlu menjalani dua laga tambahan setelah sebelumnya sudah menjalani satu pertandingan sanksi.
Insiden ini terjadi saat Benfica menghadapi Real Madrid pada leg pertama playoff Liga Champions di Estadio da Luz.
Setelah mencetak gol, Vinicius terlibat percakapan dengan Prestianni sebelum melaporkan insiden tersebut kepada wasit.
Wasit kemudian menerapkan protokol anti-diskriminasi yang membuat pertandingan sempat terhenti.
Dalam penyelidikan, Prestianni mengaku menggunakan kata “maricon”, yang merupakan ejekan bernada homofobik.
UEFA pun memutuskan bahwa pelanggaran tersebut masuk kategori diskriminasi berbasis orientasi seksual, bukan rasisme.
Meski begitu, sanksi yang dijatuhkan tergolong lebih ringan dibandingkan potensi hukuman maksimal yang bisa mencapai lebih dari 10 pertandingan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya upaya pemberantasan segala bentuk diskriminasi dalam sepak bola.
Disclaimer: