
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 22 Januari 2026
Isu boikot Piala Dunia 2026 mulai mencuat di Eropa seiring memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun, Menteri Olahraga Prancis menegaskan negaranya tidak berniat ikut dalam wacana boikot tersebut.
Ketegangan diplomatik dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dikabarkan ingin mencaplok Greenland—wilayah yang berada di bawah kedaulatan Denmark. Situasi ini memunculkan reaksi keras dari sejumlah negara Eropa.
Di tengah polemik tersebut, muncul seruan agar negara-negara Eropa memboikot Piala Dunia 2026, mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.
Situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat memberlakukan kebijakan pembatasan visa terhadap sejumlah negara. Beberapa negara peserta Piala Dunia, seperti Senegal dan Pantai Gading, turut terdampak aturan tersebut.
Meski tim dan ofisial masih diizinkan masuk ke Amerika Serikat, para pendukung dari negara-negara tersebut terancam tidak bisa hadir langsung di stadion. Kondisi ini memicu kekhawatiran soal keadilan dan inklusivitas turnamen.
Menanggapi isu yang berkembang, Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari menegaskan bahwa pemerintahannya tidak tertarik untuk mengikuti seruan boikot.
“Saat ini, kementerian tidak memiliki keinginan untuk memboikot kompetisi besar yang sangat dinantikan ini,” ujar Ferrari, seperti dikutip dari ESPN.
Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan perubahan sikap di masa depan. “Namun, saya tidak akan menghakimi apa yang mungkin terjadi,” tambahnya.
Di sisi lain, tekanan politik di dalam negeri Prancis terus menguat. Anggota parlemen sayap kiri, Eric Coquerel, secara terbuka menyerukan agar Prancis ikut memboikot Piala Dunia 2026.
Menurut Coquerel, tindakan Amerika Serikat sudah melewati batas. “Apakah kita benar-benar bisa membayangkan Piala Dunia digelar di negara yang mengancam tetangganya, ingin menyerang Greenland, melanggar hukum internasional, dan merusak tatanan global?” tulisnya di media sosial.
Ia juga menyebut masih ada opsi untuk memusatkan penyelenggaraan turnamen hanya di Kanada dan Meksiko jika polemik terus berlanjut.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.





