Luka Modric dipastikan mengakhiri musim lebih cepat bersama AC Milan akibat cedera serius.
Gelandang berusia 40 tahun itu mengalami retak tulang pipi saat menghadapi Juventus di San Siro.
Insiden terjadi setelah benturan dengan Manuel Locatelli dalam duel udara.
Meski sempat mendapat perawatan, Modric akhirnya harus ditarik keluar dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Dari sisi medis, cedera seperti ini umumnya membutuhkan waktu pemulihan enam hingga delapan minggu.
Artinya, musim 2025/2026 bagi Modric praktis sudah berakhir.
Namun, ada aspek menarik yang perlu dikaji.
Apakah ini benar-benar akhir perjalanan Modric di level tertinggi?
Secara kontrak, Modric hanya terikat satu musim bersama Milan setelah meninggalkan Real Madrid.
Meski begitu, terdapat opsi perpanjangan satu tahun.
Seorang pengamat skeptis mungkin akan mempertanyakan keputusan memperpanjang kontrak pemain berusia 40 tahun, apalagi dengan riwayat cedera.
Risiko fisik tentu meningkat, dan kontribusi jangka panjang menjadi tanda tanya.
Namun, perspektif lain menunjukkan hal berbeda.
Pengalaman dan visi permainan Modric masih menjadi aset berharga, terutama jika dimanfaatkan dalam peran yang lebih terkontrol.
Selain itu, motivasi pribadi Modric juga kuat.
Ia dikabarkan tidak ingin menutup kariernya dengan cara seperti ini dan masih berambisi tampil di Liga Champions musim depan.
Kesimpulannya, cedera ini memang menghentikan musimnya lebih awal, tetapi belum tentu menjadi akhir kariernya.
Keputusan berikutnya akan bergantung pada keseimbangan antara kondisi fisik, kebutuhan tim, dan ambisi pribadi sang pemain.
Disclaimer: