Presiden Barcelona, Joan Laporta, meluapkan kemarahannya setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.
Barcelona harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan agregat 2-3 di babak perempatfinal. Meski menang 2-1 di leg kedua, hasil itu belum cukup membalikkan keadaan setelah kalah 0-2 di leg pertama.
Laporta menilai keputusan wasit sangat merugikan timnya dalam dua leg pertandingan. Ia secara terbuka menyebut kepemimpinan wasit sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Salah satu sorotan utama adalah kartu merah yang diterima Eric Garcia pada leg kedua setelah melanggar Alexander Sorloth. Menurut Laporta, keputusan tersebut terlalu berlebihan karena masih ada pemain lain yang bisa mengantisipasi situasi.
Selain itu, ia juga kembali menyinggung insiden di leg pertama, termasuk tidak diberikannya penalti atas dugaan handball Marc Pubill serta kartu merah Pau Cubarsi yang dinilai kontroversial.
Laporta juga mengkritik penggunaan VAR yang dianggap terlalu sering mengubah keputusan awal wasit di lapangan. Ia menilai intervensi tersebut justru berdampak besar terhadap hasil akhir pertandingan.
Tak hanya itu, beberapa momen lain juga dipersoalkan, termasuk gol Ferran Torres yang dianulir serta dugaan pelanggaran terhadap Dani Olmo di kotak penalti.
Barcelona berencana kembali mengajukan protes resmi kepada UEFA terkait keputusan-keputusan tersebut. Laporta menegaskan klubnya akan meminta penjelasan lebih lanjut atas insiden yang dianggap merugikan.
Meski tersingkir, polemik keputusan wasit ini dipastikan masih akan menjadi perbincangan panas dalam beberapa waktu ke depan.
Disclaimer: