Ibrahima Konaté menjadi korban serangan rasial di media sosial usai pertandingan antara Liverpool dan Galatasaray di ajang Liga Champions UEFA.
Liverpool memastikan lolos ke perempatfinal Liga Champions setelah menang telak 4-0 atas Galatasaray di Anfield, Kamis (18/3/2026).
Namun, laga tersebut diwarnai insiden pada awal babak pertama. Konate terlibat benturan dengan Victor Osimhen dalam duel perebutan bola.
Benturan itu membuat Osimhen mengalami cedera serius pada bagian lengan. Striker Galatasaray tersebut harus ditarik keluar sebelum turun minum dan kemudian didiagnosis mengalami patah tangan.
Insiden tersebut memicu reaksi negatif dari sebagian fans Galatasaray. Mereka melampiaskan kekecewaan dengan menyerang Konate di media sosial.
Sejumlah komentar bernuansa rasial diarahkan kepada bek asal Prancis tersebut. Aksi ini pun mendapat kecaman luas.
Liverpool langsung mengambil sikap tegas. Klub berjuluk The Reds itu mengecam keras tindakan rasisme yang menyasar pemainnya.
“Ini merendahkan martabat manusia, pengecut, dan berakar pada kebencian. Rasisme tidak memiliki tempat di sepakbola maupun masyarakat,” tulis Liverpool.
“Pemain kami adalah manusia. Pelecehan seperti ini adalah noda bagi sepakbola dan platform yang membiarkannya terjadi.”
Liverpool juga menyerukan agar seluruh elemen sepakbola bersatu melawan rasisme. Mereka menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak boleh ditoleransi.
Selain itu, Liverpool mendesak perusahaan media sosial untuk bertindak lebih tegas dalam menangani kasus rasisme di dunia maya.
Klub juga menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pelaku yang melakukan serangan rasial terhadap Konate.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa rasisme masih menjadi masalah serius dalam dunia sepakbola modern.
Disclaimer: