Timnas Italia kembali berada di persimpangan krusial dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2026. Setelah gagal tampil di dua edisi sebelumnya, Gli Azzurri kini tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
Pada Piala Dunia 2018, Italia tersingkir setelah kalah dari Swedia di babak playoff. Empat tahun kemudian, mereka kembali gagal usai dikalahkan Makedonia Utara.
Ironisnya, di tengah kegagalan tersebut, Italia justru berhasil menjuarai Euro 2020. Namun, absennya Italia di Piala Dunia tetap menjadi kehilangan besar bagi sepak bola dunia.
Kini, Italia akan menghadapi Bosnia di final playoff Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Kiper utama Gianluigi Donnarumma mengakui bahwa timnya merasakan tekanan besar jelang laga penting tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain memahami betapa menyakitkannya gagal lolos ke Piala Dunia, sehingga mereka bertekad untuk menghindari hal itu terjadi lagi.
“Hanya kami yang tahu seberapa besar penderitaan karena tidak lolos ke Piala Dunia,” ujar Donnarumma.
Ia juga menekankan bahwa Italia harus tampil fokus sejak awal pertandingan dan tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun.
Menurutnya, kesalahan di laga sebelumnya melawan Irlandia Utara tidak boleh terulang jika ingin memastikan tiket ke putaran final.
Laga melawan Bosnia pun menjadi penentuan nasib Italia. Kemenangan akan mengakhiri trauma panjang, sementara kegagalan bisa menjadi pukulan besar bagi reputasi mereka sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia.
Disclaimer: