Inter Milan resmi mengunci gelar Serie A musim 2025/2026 setelah mengalahkan Parma dengan skor 2-0.
Bermain di Giuseppe Meazza, Inter tampil dominan sejak awal.
Gol pembuka dicetak Marcus Thuram di penghujung babak pertama, sebelum Henrikh Mkhitaryan memastikan kemenangan di babak kedua.
Tambahan tiga poin membuat Inter mengoleksi 82 poin dan tak lagi terkejar oleh Napoli.
Namun, mari kita uji narasi dominasi ini.
Apakah gelar ini murni karena kekuatan Inter, atau juga karena inkonsistensi pesaing?
Seorang analis skeptis bisa berargumen bahwa keunggulan 12 poin menunjukkan bukan hanya Inter kuat, tetapi juga rival gagal menjaga performa.
Artinya, kompetisi mungkin tidak seketat yang terlihat di atas kertas.
Di sisi lain, konsistensi Inter sepanjang musim tetap patut diapresiasi.
Mereka mampu menjaga performa stabil dan mengamankan poin penting, termasuk di laga krusial seperti ini.
Perspektif alternatifnya, gelar ini mencerminkan keseimbangan tim.
Inter tidak hanya mengandalkan satu pemain, tetapi memiliki kontribusi merata dari berbagai lini.
Kesimpulannya, terlepas dari kondisi pesaing, Inter Milan tetap layak menyandang gelar juara.
Kunci utamanya bukan hanya kualitas, tetapi konsistensi yang mereka jaga hingga akhir musim.
Disclaimer: