Situasi geopolitik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel disebut berdampak pada dunia sepakbola. Menurut laporan media Spanyol, Marca, Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan mundur dari Piala Dunia 2026.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kondisi keamanan yang tidak stabil membuat Iran kesulitan menyusun rencana pertandingan maupun persiapan tim nasional. Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, disebut akan menggelar pembahasan bersama jajaran petinggi sepakbola setempat terkait langkah selanjutnya.
FIFA sebelumnya juga telah memberikan tanggapan mengenai situasi di Teheran. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan yang terjadi.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel mengumumkan operasi militer terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan alasan mendorong perubahan pemerintahan di Iran.
Iran kemudian merespons dengan serangan balasan yang disebut menyasar sejumlah target, termasuk wilayah yang berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Laporan terbaru dari sejumlah media Iran menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam operasi tersebut. Informasi ini dikabarkan pada Minggu (1/3) pagi WIB, meski situasi di lapangan masih berkembang.
Konflik ini menjadi perhatian luas karena Iran merupakan salah satu peserta Piala Dunia 2026. Team Melli telah memastikan tiket ke turnamen tersebut dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Sejak memastikan lolos ke Piala Dunia, keikutsertaan Iran memang menjadi sorotan mengingat hubungan politik yang tegang dengan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.