
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 9 Agustus 2026
FIFA membela Gianni Infantino setelah Presiden FIFA tersebut dituding menyalahgunakan jabatannya saat masih menjadi Sekretaris Jenderal UEFA. FIFA menilai tuduhan tersebut merupakan upaya untuk melemahkan Infantino.
Kontroversi kembali menerpa Infantino setelah sebelumnya ia mendapat sorotan akibat rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Proposal tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat banyak penolakan.
Kini, laporan Daily Telegraph menuding Infantino menggunakan jabatannya di UEFA pada 2009-2016 untuk membiayai pendidikan seorang perempuan yang disebut memiliki hubungan khusus dengannya.
Infantino dituduh menggunakan dana UEFA untuk membiayai pendidikan MBA perempuan tersebut. Ia juga disebut membantu mendapatkan posisi strategis melalui koneksi yang dimilikinya di UEFA.
FIFA membantah tuduhan tersebut. Mereka menilai isu itu sengaja dimunculkan untuk melemahkan organisasi sekaligus menggoyang posisi Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa pemilihan presiden harus dilakukan sesuai statuta dan proses demokratis yang berlaku. Infantino sendiri kembali mencalonkan diri untuk memimpin FIFA.
FIFA juga menyebut adanya upaya terencana dari pihak tertentu untuk menjatuhkan Infantino melalui tuduhan dan informasi yang dinilai keliru. Organisasi tersebut menegaskan bahwa posisi Presiden FIFA tetap ditentukan oleh suara asosiasi anggota.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




