Ederson menjadi sorotan usai terlibat insiden kontroversial saat membela Fenerbahce melawan Galatasaray di lanjutan Liga Turki.
Bermain di Rams Park, Ederson tampil sebagai starter.
Namun, pertandingan berubah panas setelah gawangnya dibobol oleh Victor Osimhen di babak pertama.
Situasi semakin memburuk di menit ke-62.
Ederson menerima kartu kuning kedua usai melakukan protes keras terhadap keputusan penalti untuk Galatasaray.
Kartu merah tersebut memicu reaksi emosional dari sang kiper.
Ia terlihat berusaha memprovokasi wasit sebelum akhirnya ditenangkan rekan setimnya.
Namun, insiden belum berhenti di situ.
Saat meninggalkan lapangan, Ederson terekam menyikut layar monitor VAR di pinggir lapangan sebagai bentuk pelampiasan emosi.
Aksi ini berpotensi menambah sanksi yang akan diterimanya.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Galatasaray memanfaatkan situasi dengan baik.
Gol tambahan dari Baris Yilmaz dan Lucas Torreira memastikan kemenangan 3-0.
Hasil ini membuat Galatasaray kokoh di puncak klasemen, sementara Fenerbahce harus puas berada di posisi kedua.
Jika ditelaah lebih dalam, reaksi Ederson menunjukkan tekanan tinggi dalam laga derby panas.
Namun, tindakan agresif seperti ini jelas merugikan tim sendiri, bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga potensi hukuman tambahan.
Disclaimer: