
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 31 Juli 2026
Penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih baru Timnas Italia menuai kritik tajam dari CEO Juventus, Giovanni Carnevalli. Menurutnya, keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tidak sepenuhnya didasarkan pada aspek profesional, melainkan dipengaruhi hubungan personal di jajaran federasi.
Mancini resmi dikontrak selama empat tahun untuk menggantikan Gennaro Gattuso, yang mengundurkan diri pada April lalu. Mantan pelatih Manchester City itu mendapat tugas berat membawa Gli Azzurri kembali ke jalur prestasi setelah Italia gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Namun, proses penunjukan Mancini tidak berjalan mulus. Sejumlah nama besar sempat menjadi prioritas FIGC, termasuk Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. Keduanya memilih menolak tawaran tersebut, sementara Andrea Pirlo juga sempat masuk dalam daftar kandidat.
Situasi kemudian berubah setelah Andrea Pirlo dikabarkan kehilangan dukungan akibat keterkaitannya dengan perusahaan judi di Rusia. Presiden FIGC, Giovanni Malago, disebut tidak memberikan restu terhadap pencalonannya. Keputusan itu bahkan memicu mundurnya Paolo Maldini dari jabatan Direktur Teknik sebelum akhirnya posisinya diisi Claudio Ranieri.
Pada akhirnya, Malago menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih kepala Timnas Italia. Kedekatan hubungan antara Malago dan Mancini menjadi sorotan, termasuk dari Carnevalli.
“Meski dia figur hebat dalam dunia olahraga, saya menilai seharusnya presiden FIGC yang baru bisa bertindak lebih baik,” ujar Carnevalli, dikutip dari Football Italia.
Carnevalli menilai FIGC seharusnya membangun sistem yang lebih profesional dengan meniru struktur klub sepak bola modern, bukan mengambil keputusan berdasarkan kedekatan personal.
“Kami meminta federasi dibangun seperti klub sepak bola, dengan direktur teknik dan direktur olahraga. Kami harus memulai lagi dari fondasi, dari pembinaan pemain muda dan para pelatih, dengan proyek olahraga yang jelas.”
Ia juga mengungkapkan bahwa klub-klub Serie A sebenarnya telah menawarkan dukungan untuk mencari pelatih terbaik bagi tim nasional.
“Kami di Serie A telah mengusulkan investasi untuk mendapatkan pelatih berkualitas. Anda tidak boleh mendatangkan teman, melainkan orang-orang yang benar-benar kompeten.”
Carnevalli turut menyayangkan situasi yang dialami Andrea Pirlo. Menurutnya, mantan gelandang Juventus itu menjadi sasaran kritik akibat berbagai keputusan yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal proses pencarian pelatih.
“Saya juga merasa kasihan kepada Andrea Pirlo yang diserang habis-habisan karena sejumlah pilihan yang mungkin keliru. Akan lebih baik jika semuanya dipikirkan sejak awal,” tegas Carnevalli.
Penunjukan Roberto Mancini kini menjadi awal babak baru bagi Timnas Italia. Di tengah kritik yang muncul, publik tentu berharap sang pelatih mampu menjawab keraguan dengan mengembalikan Gli Azzurri menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




