FC Barcelona mulai bergerak di bursa transfer dengan menjalin kontak awal dengan Atletico Madrid untuk mendatangkan Julian Alvarez.
Striker berusia 26 tahun itu diproyeksikan sebagai pengganti Robert Lewandowski yang kontraknya segera habis.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, disebut menginginkan sosok nomor 9 baru untuk memperkuat lini depan.
Alvarez dinilai cocok untuk melengkapi trisula bersama Lamine Yamal.
Namun, rencana ini tidak sederhana.
Atletico Madrid dikabarkan ingin mempertahankan Alvarez dan bahkan menyiapkan kontrak baru hingga 2032.
Selain itu, klausul pelepasan sang pemain mencapai angka sangat tinggi, yakni 500 juta euro.
Di sinilah asumsi utama perlu diuji.
Apakah realistis bagi Barcelona untuk merekrut Alvarez dalam kondisi finansial saat ini?
Dengan aturan pembatasan gaji LaLiga, kemampuan Barca untuk menebus pemain dengan nilai besar jelas terbatas.
Artinya, peluang transfer ini lebih bergantung pada faktor non-finansial—seperti keinginan pemain untuk pindah.
Jika Alvarez tidak mendorong kepindahan, posisi tawar Barcelona akan sangat lemah.
Presiden Joan Laporta dikabarkan akan memantau langsung proses negosiasi, termasuk komunikasi dengan pihak Atletico.
Di sisi lain, kebutuhan Barcelona akan striker baru memang mendesak.
Selain Lewandowski yang memasuki akhir kontrak, opsi lain seperti Ferran Torres juga berpotensi dilepas.
Sementara Marcus Rashford kemungkinan tidak dipermanenkan karena pertimbangan biaya.
Kesimpulannya, transfer Alvarez bukan sekadar soal minat, tapi soal apakah Barcelona mampu mengatasi keterbatasan finansial dan meyakinkan sang pemain untuk hengkang.
Disclaimer: