Kasus dugaan aksi rasial terhadap Vinicius Junior kembali memanaskan atmosfer Liga Champions. Gianluca Prestianni dituding melontarkan kata-kata berbau rasis kepada winger Real Madrid itu dalam laga leg pertama di Lisbon pekan lalu.
Insiden terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol ke gawang Benfica. Ia mengaku dipanggil “monyet” oleh Prestianni dan langsung melaporkannya kepada wasit Francois Letexier. Pertandingan sempat dihentikan selama delapan menit untuk menjalankan protokol anti-rasisme UEFA.
UEFA telah menjatuhkan sanksi awal dengan melarang Prestianni tampil pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Namun kubu Real Madrid menilai langkah itu belum cukup.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, mendesak UEFA menjadikan momen ini sebagai titik balik dalam memerangi rasisme.
“Kami memiliki kesempatan besar untuk menandai titik balik dalam perjuangan melawan rasisme. UEFA punya kesempatan untuk melakukan lebih dari sekadar slogan atau spanduk indah sebelum pertandingan,” ujar Arbeloa kepada The Guardian.
Thibaut Courtois juga menyuarakan hal serupa. Kiper asal Belgia itu menilai kasus ini harus menjadi momentum untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi di sepakbola.
“Ini adalah momen yang tepat bagi sepakbola untuk mengakhiri hal-hal seperti ini. Hal ini telah terjadi berkali-kali, bukan hanya di lapangan tapi juga di tribun. Kita harus mengakhiri ini sekarang,” tegas Courtois.
Ia juga menegaskan keyakinannya terhadap Vinicius.
“Kami 100% percaya pada Vini. Dia sudah bermain ribuan pertandingan dan tidak pernah membuat tuduhan seperti ini tanpa alasan.”
Courtois menyadari situasi menjadi rumit karena Prestianni menutup mulutnya saat berbicara, sehingga sulit membuktikan secara visual. Namun menurutnya, UEFA harus tetap mengambil keputusan tegas.
“UEFA yang harus memutuskan. Akan menjadi pesan yang sangat kuat jika mereka bertindak,” tutupnya.
Kini perhatian tertuju pada keputusan final UEFA, yang dinilai bisa menjadi preseden penting dalam perang melawan rasisme di kompetisi Eropa.