
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 12 Januari 2026
Media sosial diramaikan dengan seruan untuk memboikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Gelombang penolakan ini tak lepas dari berbagai kebijakan kontroversial pemerintahan Presiden Donald Trump.
Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama dua negara tetangganya, Meksiko dan Kanada. Turnamen sepakbola terbesar di dunia tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni 2026 dan akan diikuti oleh 48 tim nasional.
Meski digelar di tiga negara, sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat. Dari total 16 stadion yang dipilih FIFA, 11 di antaranya berlokasi di Negeri Paman Sam.
Namun, beberapa bulan jelang turnamen dimulai, suara penolakan mulai bermunculan. Sejumlah penggemar sepakbola di berbagai belahan dunia menyerukan boikot terhadap Piala Dunia 2026 dengan beragam alasan.
Mengutip Newsweek, sebagian fans mengeluhkan mahalnya harga tiket pertandingan. Belakangan, isu boikot semakin menguat seiring langkah-langkah politik yang diambil oleh Presiden AS, Donald Trump.
Pemerintahan Trump diketahui memperketat kebijakan imigrasi bagi warga asing yang hendak masuk ke Amerika Serikat. Di kancah internasional, AS juga disebut-sebut menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan tuduhan keterkaitan dengan jaringan kartel narkoba.
Ketegangan terkait perang melawan narkoba bahkan berpotensi meluas ke Meksiko. Trump secara terbuka menyatakan akan menargetkan kartel narkoba yang dianggap ‘menguasai’ negara tetangga AS tersebut, termasuk melalui kemungkinan operasi darat.
Selain itu, Trump juga memicu kontroversi internasional lewat pernyataannya soal keinginan menggabungkan Greenland—wilayah otonom milik Denmark—ke dalam Amerika Serikat. Salah satu opsi yang disebut-sebut dipertimbangkan adalah penggunaan kekuatan militer.
Beragam kebijakan ini memicu reaksi keras di media sosial. Politisi Inggris, George Galloway, menulis di akun X:
“Hanya orang gila yang mau datang ke #USA untuk Piala Dunia FIFA. Anda beruntung jika bisa keluar hidup-hidup. Bahkan jika Anda berkulit putih!”
Seruan serupa juga disampaikan Eliot Jacobson, mantan profesor matematika dan ilmu komputer asal AS.
“Halo dunia, mari kita boikot Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat. Terima kasih,” tulisnya di media sosial.
Ancaman boikot bukan hal baru dalam sejarah Piala Dunia. Pada edisi 2022 di Qatar, turnamen ini juga sempat diwarnai seruan boikot sebagai bentuk protes atas isu perlakuan terhadap pekerja migran, komunitas LGBTQ+, serta dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.





