Jay Idzes kembali mencuri perhatian lewat performa solid bersama Sassuolo di Serie A.
Bek Timnas Indonesia itu tampil impresif saat Sassuolo menahan imbang Fiorentina 0-0 di Artemio Franchi.
Dalam laga tersebut, Idzes bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Ia mencatatkan tujuh sapuan, dua blok, serta memenangkan duel penting di lini belakang.
Performa ini mendapat pujian dari rekan setimnya, Stefano Turati.
Kiper Sassuolo itu mengaku merasa lebih aman dengan kehadiran Idzes di lini pertahanan.
Namun, ada asumsi menarik yang perlu diuji: apakah satu laga solid cukup untuk menyimpulkan bahwa lini belakang “aman”? Seorang skeptis akan melihat konsistensi jangka panjang sebagai indikator utama, bukan satu performa menonjol.
Meski begitu, dalam konteks musim ini, argumen soal konsistensi Idzes cukup kuat.
Ia tercatat selalu bermain penuh dalam 33 pertandingan Serie A musim 2025/2026.
Itu menunjukkan kepercayaan penuh dari tim pelatih dan stabilitas performa.
Idzes juga tak lupa memberikan pujian balik kepada Turati.
Menurutnya, sang kiper tampil luar biasa meski jarang mendapatkan kesempatan bermain.
Sinergi antara bek dan kiper ini menjadi salah satu faktor penting di balik solidnya pertahanan Sassuolo dalam laga tersebut.
Dengan performa seperti ini, posisi Idzes sebagai pilar utama di lini belakang semakin sulit tergantikan.
Disclaimer: