Arsenal kembali menegaskan reputasinya sebagai tim paling berbahaya dalam situasi sepak pojok di Premier League musim ini. The Gunners kini telah mencetak 16 gol yang berawal dari tendangan sudut.
Pada pekan ke-28 Liga Inggris, Senin (2/3/2026) dini hari WIB, Arsenal menundukkan Chelsea 2-1 di Emirates Stadium. William Saliba dan Jurrien Timber mencetak gol untuk tuan rumah, sementara satu gol Chelsea tercipta lewat gol bunuh diri Piero Hincapie.
Menariknya, seluruh gol dalam laga Derby London tersebut diawali dari situasi sepak pojok. Arsenal terbukti lebih efektif dalam memaksimalkan peluang bola mati dibandingkan rival sekotanya.
Tambahan dua gol tersebut membuat total koleksi Arsenal dari situasi korner menjadi 16 musim ini, tertinggi di Premier League 2025/2026.
Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya menjadi gol penentu kemenangan. Catatan ini menjadikan Arsenal sebagai tim dengan gol kemenangan terbanyak dari sepak pojok dalam satu musim, melampaui rekor Manchester United pada musim 2012/2013 yang mencatat delapan gol.
Arsenal juga menyamai pencapaian mereka pada musim 2023/2024 dengan 16 gol dari tendangan sudut. Dalam sejarah Premier League, hanya Oldham Athletic (1992/1993) dan West Bromwich Albion (2016/2017) yang pernah mencatat angka serupa.
Manajer Mikel Arteta mengaku puas dengan efektivitas timnya dalam memanfaatkan bola mati. Ia menilai skema tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi setiap lawan.
“Sangat penting mencetak gol dari bola mati. Chelsea adalah salah satu tim terbaik dalam situasi itu, lihat kualitas pemain mereka. Kami sempat kehilangan poin dari situasi serupa sebelumnya,” ujar Arteta kepada BBC.
“Hari ini kami berhasil. Memiliki opsi mencetak gol seperti ini sangat berharga. Bola mati bisa menjadi mimpi buruk bagi lawan,” tambahnya.
Disclaimer: