
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 08 Januari 2026
Sebuah selebrasi pemain Aljazair menjadi sorotan tajam setelah dinilai menyinggung dan memalukan oleh suporter Republik Demokratik Kongo. Aksi tersebut memicu kemarahan fans yang menilai selebrasi itu menghina simbol sejarah dan identitas nasional, khususnya merujuk pada sebutan “patung” yang dianggap merendahkan.
Dalam gambar yang beredar, terlihat ribuan suporter Kongo memenuhi tribun dengan atribut nasional—bendera, syal, dan warna khas—sebagai ekspresi solidaritas dan kebanggaan. Visual ini menegaskan betapa sensitifnya isu tersebut bagi publik Kongo.
Selebrasi yang Dipersoalkan
Kontroversi bermula ketika seorang pemain Aljazair melakukan selebrasi yang ditafsirkan menyerupai “patung” setelah mencetak gol. Gestur itu kemudian viral dan ditautkan dengan ejekan terhadap ikon sejarah Kongo, sehingga memantik reaksi keras dari para suporter.
Bagi banyak fans Kongo, selebrasi tersebut bukan sekadar ekspresi spontan, melainkan melewati batas sportivitas.
Reaksi Keras Suporter Kongo
Suporter Kongo meluapkan kekecewaan melalui media sosial dan forum penggemar. Mereka menuntut:
Klarifikasi resmi dari pemain terkait
Permintaan maaf terbuka
Sikap tegas dari federasi dan penyelenggara
“Sepak bola harus menyatukan, bukan merendahkan sejarah dan martabat bangsa,” tulis salah satu pernyataan kelompok suporter.
Dimensi Sejarah dan Sensitivitas Budaya
Isu ini menjadi sensitif karena menyentuh memori sejarah anti-kolonialisme dan simbol perjuangan Kongo. Penyebutan atau peniruan yang dianggap meremehkan simbol tersebut dinilai melukai perasaan kolektif.
Pengamat menilai, di era sepak bola global, pemahaman lintas budaya menjadi krusial agar selebrasi tidak disalahartikan atau memicu konflik.
Respons dari Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemain yang bersangkutan. Namun sumber menyebutkan federasi tengah mengumpulkan laporan dan menelaah insiden tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pelajaran untuk Sepak Bola Modern
Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa selebrasi, sekecil apa pun, dapat memiliki dampak besar. Pemain di level internasional diharapkan lebih bijak dalam mengekspresikan emosi, terutama di panggung yang ditonton jutaan pasang mata.
Disclaimer:





