
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 14 November 2025
Bek Real Madrid sekaligus pemain Timnas Spanyol, Dean Huijsen, memberikan pembelaan kepada Lamine Yamal yang baru saja dicoret dari skuad La Furia Roja. Huijsen menilai situasi yang terjadi pada Yamal seharusnya tidak perlu diperbesar seperti yang dilakukan media Spanyol belakangan ini.
Awalnya, Yamal dipanggil untuk menghadapi Georgia dan Turki pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, bintang muda Barcelona itu akhirnya dicoret setelah diketahui menjalani prosedur radiofrekuensi invasif di Barcelona tanpa pemberitahuan kepada tim medis Timnas Spanyol.
Prosedur tersebut dilakukan untuk mengatasi nyeri pada area selangkangan—cedera yang sebelumnya membuat Yamal absen cukup panjang. Timnas Spanyol baru mengetahui perawatan tersebut setelah menerima laporan medis bahwa pemain berusia 18 tahun ini membutuhkan istirahat 7–10 hari.
Meski kecewa karena tidak diberi kabar, pihak Spanyol tetap memutuskan mencoret Yamal demi prioritas pemulihan. Namun, pemberitaan yang muncul di media kemudian berkembang seolah-olah insiden itu merupakan bentuk ketidakdisiplinan atau masalah besar.
Dean Huijsen tidak sepakat dengan narasi tersebut. Menurutnya, pencoretan Yamal adalah hal biasa jika pemain dalam kondisi tak bugar, terlebih Yamal masih sangat muda.
“Dia punya beberapa masalah dan wajar saja dia pulang. Saya juga meninggalkan kamp pelatihan bulan lalu ketika saya merasa sedikit sakit,” ujar Huijsen dikutip Marca.
Huijsen juga menegaskan bahwa Yamal hanyalah seorang remaja 18 tahun yang masih belajar menghadapi tekanan besar.
“Lamine adalah anak yang normal. Dia baru berusia 18 tahun. Terkadang ada hal-hal yang dibesar-besarkan tentangnya,” katanya.
Dengan dukungan dari rekan setim dan keputusan medis yang tepat, Yamal diharapkan segera pulih agar dapat kembali memperkuat Barcelona maupun Timnas Spanyol di laga-laga penting berikutnya.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.






