
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 5 Januari 2026
Performa Liverpool mengalami penurunan usai menjuarai Liga Inggris. Masuknya banyak pemain anyar disinyalir menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi konsistensi permainan The Reds.
Setelah meraih gelar Liga Inggris pada musim debut Arne Slot, Liverpool melakukan perombakan besar pada skuadnya. Pada bursa transfer musim lalu, klub Merseyside itu mendatangkan delapan pemain baru dengan total belanja yang menembus angka 400 juta paun.
Dua nama yang menyedot perhatian adalah Alexander Isak dan Florian Wirtz, yang secara bersama-sama menghabiskan dana lebih dari 200 juta paun. Selain itu, Liverpool juga merekrut Hugo Ekitike, Jeremie Frimpong, Milos Kerkez, serta Giovanni Leoni untuk memperkuat kedalaman tim.
Belanja besar tersebut diiringi dengan kepergian sejumlah pemain lama. Liverpool melepas beberapa nama dengan total pemasukan lebih dari 100 juta paun. Dengan aktivitas transfer sebesar itu, wajar jika The Reds dijagokan mampu mempertahankan gelar juara musim ini.
Liverpool bahkan sempat menunjukkan performa sempurna hingga pertengahan September dengan memuncaki klasemen Liga Inggris. Namun situasi berubah drastis ketika badai cedera melanda dan performa sejumlah pemain menurun.
Dalam periode September hingga November, Liverpool hanya mampu meraih tiga kemenangan dan menelan sembilan kekalahan dari 12 pertandingan. Akibatnya, mereka sempat terlempar dari 10 besar klasemen dan harus angkat kaki lebih awal dari ajang Carabao Cup.
Meski performa Liverpool mulai membaik dalam beberapa pekan terakhir, jarak dengan pemuncak klasemen Arsenal sudah terlanjur melebar hingga 15 poin.
Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, mengakui bahwa adaptasi para pemain baru belum berjalan sesuai harapan. Ia menilai banyaknya perubahan dalam skuad menjadi tantangan tersendiri bagi Arne Slot dalam meramu strategi terbaik.
“Ada banyak faktor yang membuat performa kami menurun. Banyak pemain baru datang menggantikan mereka yang pergi, sehingga terlalu banyak perubahan terjadi. Tapi saya tidak ingin menunjuk satu alasan sebagai penyebab utama,” ujar Mac Allister kepada Sky Sports.
Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya atas situasi yang dialami tim.
“Rasanya menyakitkan karena seharusnya kami bisa menikmati status sebagai juara Premier League dan berada di posisi yang lebih baik. Banyak hal berubah dari musim lalu dan itu tidak ideal. Namun kami harus menghadapi kenyataan ini dan terus bekerja keras agar bisa menjadi lebih baik,” tutupnya.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.





