
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 13 Januari 2026
Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid memang tampak mengejutkan di permukaan. Namun menurut pengamat sepakbola Spanyol, Guillem Ballague, keputusan tersebut sejatinya merupakan akumulasi dari berbagai masalah yang sudah lama mengendap.
Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Pihak klub menyebut bahwa keputusan tersebut diambil secara bersama-sama oleh kedua belah pihak.
Pengumuman itu datang kurang dari 24 jam setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Dalam laga yang digelar di Jeddah, Los Blancos tumbang 2-3 dari rival abadinya.
Meski terkesan mendadak, Ballague menilai kepergian Alonso bukanlah kejutan sesungguhnya. Dalam kolom analisisnya, jurnalis senior tersebut mengungkap bahwa Alonso tak pernah sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Salah satu indikasinya terlihat dari proses penunjukan Alonso itu sendiri. Pelatih berusia 44 tahun tersebut direkrut pada Mei 2025 dan langsung ditugaskan memimpin Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. Padahal, Alonso dikabarkan ingin memulai pekerjaannya setelah turnamen tersebut.
Menurut Ballague, timing itu tidak ideal. Para pemain baru saja menyelesaikan musim panjang dan belum berada dalam kondisi mental terbaik. Namun, Perez tak memberi Alonso opsi untuk menunda awal masa kerjanya.
Masalah lain muncul dalam urusan transfer pemain. Beberapa rekrutan dinilai tak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Alonso. Nama Franco Mastantuono disebut sebagai contoh, di mana pemain muda tersebut belum mampu memberi dampak signifikan. Selain itu, kegagalan Madrid mendatangkan Martin Zubimendi juga menjadi ganjalan besar.
Situasi tersebut berujung pada hasil yang tidak konsisten sepanjang musim. Real Madrid tersingkir dari Piala Dunia Antarklub 2025 usai kalah dari PSG di semifinal, kemudian dibantai Atletico Madrid 2-5 di LaLiga, dan terakhir kembali tumbang dari Barcelona di Piala Super Spanyol. Padahal, Madrid sempat mencuri kemenangan atas Barca di El Clasico LaLiga pada Oktober lalu.
Tak hanya soal hasil, kondisi ruang ganti juga disebut semakin panas. Vinicius Junior sempat menunjukkan ketidakpuasan secara terbuka kepada Alonso dalam sebuah pertandingan. Beberapa pemain lain juga dikabarkan tidak sepenuhnya mendukung pendekatan taktik sang pelatih.
Puncak ketegangan disebut terjadi di final Piala Super Spanyol. Insiden Kylian Mbappe yang diduga mendorong tim untuk menolak memberikan guard of honour kepada Barcelona disebut Ballague sebagai momen krusial yang membuat Alonso merasa cukup sudah.
Semua faktor tersebut akhirnya membuat Xabi Alonso gagal mereplikasi kesuksesan yang sebelumnya ia raih bersama Bayer Leverkusen. Sebagai legenda klub, Alonso memilih angkat kaki sebelum situasi makin memburuk.
Secara keseluruhan, Alonso memimpin Real Madrid dalam 34 pertandingan selama tujuh bulan masa jabatannya. Ia mencatatkan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan. Posisi pelatih Madrid selanjutnya akan diisi oleh Alvaro Arbeloa.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.





