
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 13 Januari 2026
Derby Madrid kembali menyisakan cerita panas di luar hasil pertandingan. Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Vinicius Junior setelah terlibat insiden emosional yang memicu kontroversi di pinggir lapangan.
Dalam gambar yang beredar, Vinicius terlihat berdiri dengan ekspresi tidak puas, sementara Simeone tampak melakukan gestur yang kemudian menjadi sorotan. Momen tersebut mencerminkan ketegangan tinggi yang kerap menyertai duel antara Real Madrid dan Atletico.
Insiden di Tengah Derby Penuh Emosi
Ketegangan terjadi saat pertandingan memasuki fase krusial. Simeone dinilai bereaksi berlebihan terhadap aksi Vinicius di dekat area teknis Atletico. Gestur dan ucapan sang pelatih memicu perdebatan luas di media sosial, dengan sebagian pihak menilai sikap tersebut tidak pantas.
Wasit sempat menghampiri area teknis untuk meredakan situasi, sementara Vinicius memilih menjauh demi menghindari eskalasi.
Simeone Akui Emosi Berlebihan
Usai pertandingan, Simeone mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Itu murni emosi pertandingan. Saya menghormati Vinicius sebagai pemain dan sebagai pribadi,” ujar Simeone.
Ia menegaskan bahwa Derby Madrid selalu memancing intensitas tinggi, namun tetap menyesal telah bertindak di luar batas.
Vinicius Kembali Jadi Sasaran Tekanan
Vinicius Junior kembali menjadi pusat perhatian dalam laga besar. Selain tekanan dari lawan, ia juga harus menghadapi atmosfer stadion yang panas dan situasi emosional di lapangan.
Meski demikian, Vinicius tetap menunjukkan profesionalisme dengan fokus pada permainan dan tidak membalas provokasi secara berlebihan.
Sorotan Media dan Publik
Insiden ini memicu diskusi luas tentang sikap pelatih di pinggir lapangan dan perlindungan terhadap pemain. Banyak pihak memuji keputusan Simeone untuk meminta maaf, menilai langkah tersebut sebagai contoh kedewasaan dalam rivalitas sengit.
Derby Madrid, Rivalitas Tanpa Akhir
Derby Madrid selalu lebih dari sekadar pertandingan. Insiden Simeone–Vinicius menjadi bukti bahwa rivalitas ini sarat emosi, namun tetap membutuhkan kontrol dan rasa saling menghormati.
Disclaimer:





