
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 10 Januari 2026
Manchester United kembali menjadi bahan diskusi hangat di sepak bola Eropa. Pertanyaannya kini bukan soal pemain, melainkan apakah MU masih “seksi” bagi manajer kelas dunia? Gambar seorang pelatih dengan ekspresi serius di pinggir lapangan menjadi simbol tekanan besar yang menyelimuti kursi panas Old Trafford.
Dalam beberapa tahun terakhir, MU kerap berganti pelatih tanpa menemukan stabilitas jangka panjang. Hal ini memunculkan keraguan di kalangan pelatih top yang mempertimbangkan proyek jangka panjang dan dukungan struktural klub.
Nama Besar, Realita Tak Seindah Dulu
Manchester United tetap klub raksasa dengan sejarah luar biasa, basis suporter global, dan kekuatan finansial besar. Namun realita di lapangan menunjukkan tantangan serius:
Proyek jangka panjang sering terputus
Tekanan media yang ekstrem
Ekspektasi instan tanpa fondasi stabil
Bagi manajer top, faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan krusial sebelum menerima tawaran.
Kursi Panas Old Trafford
Tak sedikit pelatih datang dengan reputasi besar, namun pergi dengan beban kegagalan. Situasi ini membuat kursi pelatih MU dianggap berisiko tinggi—hadiah besar jika sukses, tapi reputasi bisa runtuh jika gagal.
Seorang analis Premier League mengatakan:
“MU masih besar, tapi tidak lagi proyek impian tanpa syarat.”
Apa yang Dicari Manajer Top?
Manajer elite kini lebih selektif. Mereka menginginkan:
Struktur klub yang jelas
Dukungan transfer konsisten
Waktu membangun tim
Keselarasan visi dengan manajemen
Tanpa itu, nama besar saja tak cukup menarik.
Harapan Masih Ada
Meski demikian, MU belum sepenuhnya kehilangan pesona. Jika klub mampu memperbaiki struktur internal, memperjelas arah proyek, dan memberi kepercayaan penuh pada pelatih, daya tarik Old Trafford bisa kembali.
Beberapa manajer masih melihat MU sebagai tantangan besar yang prestisius, bukan sekadar pekerjaan biasa.
Kesimpulan
Manchester United mungkin tak lagi “seksi” seperti era Sir Alex, tetapi tetap menggoda bagi manajer yang siap menghadapi tekanan dan tantangan ekstrem. Pertanyaannya kini: apakah klub siap berubah demi menarik sosok terbaik?
Disclaimer:





