
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 08 Januari 2026
Kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013 menandai berakhirnya era keemasan Manchester United. Namun di tengah narasi panjang soal keterpurukan Setan Merah, sebuah fakta menarik mencuat: tidak semua manajer MU pasca Sir Alex gagal total. Bahkan, hanya dua manajer yang benar-benar pergi tanpa satu pun trofi.
Gambar perayaan Sir Alex Ferguson mengangkat trofi Premier League bersama para pemain MU menjadi pengingat betapa tingginya standar kesuksesan yang diwariskan—standar yang masih menjadi bayang-bayang bagi penerusnya hingga kini.
Daftar Manajer MU Pasca Sir Alex
Sejak Sir Alex pensiun, Manchester United telah ditangani sejumlah manajer dengan hasil beragam:
David Moyes → Tanpa trofi
Louis van Gaal → FA Cup
José Mourinho → Liga Europa, Piala Liga, Community Shield
Ole Gunnar Solskjær → Tanpa trofi
Erik ten Hag → Piala domestik (awal era kebangkitan)
Dari daftar tersebut, hanya David Moyes dan Ole Gunnar Solskjær yang gagal mempersembahkan trofi.
Trofi Ada, Tapi Konsistensi Hilang
Meski beberapa manajer sukses meraih gelar, masalah utama MU bukan sepenuhnya soal trofi, melainkan ketiadaan stabilitas jangka panjang. Setiap manajer datang dengan filosofi berbeda, memicu:
Pergantian skuad besar-besaran
Proyek jangka pendek
Ketidaksinambungan gaya bermain
Akibatnya, MU sulit membangun fondasi seperti era Sir Alex.
Beban Warisan Sir Alex
Sir Alex Ferguson bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek klub. Ia mengontrol sepak bola, manajemen, dan kultur tim. Penerusnya harus bekerja di era berbeda—dengan tekanan media, struktur klub modern, dan tuntutan instan.
“Masalah MU bukan hanya siapa pelatihnya, tapi bagaimana klub dijalankan,” ujar seorang analis Inggris.
Erik ten Hag dan Harapan Baru
Di antara para penerus, Erik ten Hag dianggap paling mendekati konsep pembangunan ulang yang terstruktur. Trofi awal yang diraih menjadi modal penting, meski konsistensi dan identitas permainan masih terus diuji.
Trofi Bukan Satu-satunya Ukuran
Fakta bahwa hanya dua manajer gagal meraih trofi menunjukkan bahwa MU tidak sepenuhnya kosong prestasi. Namun, dibanding standar Sir Alex—dominasi liga dan Eropa—pencapaian tersebut terasa belum memuaskan publik Old Trafford.
Kesimpulan
Era pasca Sir Alex bukanlah era tanpa trofi, tetapi era tanpa kesinambungan. Tantangan terbesar Manchester United kini adalah menemukan pelatih dan struktur yang mampu bertahan lama—bukan sekadar menang sesaat.
Disclaimer:





