
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 07 Januari 2026
Kapten Inter Milan Lautaro Martínez akhirnya menjawab kritik yang sempat mengarah kepadanya dengan cara terbaik: penampilan gemilang di atas lapangan. Setelah beberapa pekan menjadi sasaran sorotan akibat paceklik gol, striker asal Argentina itu kini kembali menunjukkan ketajaman dan kepemimpinannya sebagai ujung tombak Nerazzurri.
Dalam gambar yang beredar, Lautaro terlihat menunjuk ke depan dengan ekspresi penuh keyakinan—gestur yang merepresentasikan kebangkitan mental dan kepercayaan diri sang penyerang setelah melewati periode sulit.
Kritik Jadi Bahan Bakar
Performa Lautaro sempat dipertanyakan ketika ia gagal mencetak gol dalam beberapa laga beruntun. Sebagai kapten, tekanan yang diterimanya berlipat ganda. Namun alih-alih terpuruk, Lautaro menjadikan kritik sebagai motivasi.
“Saya tahu apa yang harus saya lakukan. Penyerang dinilai dari gol, dan saya bertanggung jawab,” ujar Lautaro kepada media Italia.
Kembali Tajam dan Menentukan
Dalam pertandingan terakhir, Lautaro tampil agresif, aktif membuka ruang, dan klinis dalam penyelesaian akhir. Gol-gol yang ia cetak bukan hanya penting secara statistik, tetapi juga krusial dalam menentukan hasil pertandingan Inter.
Pergerakannya yang cerdas dan kerja keras tanpa bola kembali menjadi fondasi permainan Inter di lini depan.
Peran Kapten Kian Terlihat
Lebih dari sekadar gol, Lautaro menunjukkan kepemimpinan di lapangan. Ia terus memberi arahan, menekan bek lawan, dan menjadi contoh dalam etos kerja—hal yang sangat diapresiasi oleh pelatih dan rekan setim.
Pelatih Inter menyebut kebangkitan Lautaro sebagai faktor penting:
“Ketika kapten bangkit, tim ikut bangkit,” ujarnya.
Inter Menuju Fase Krusial Musim
Kembalinya Lautaro ke performa terbaik datang di momen ideal. Inter memasuki fase krusial Serie A dan kompetisi Eropa, di mana konsistensi dan figur pemimpin sangat dibutuhkan.
Jika Lautaro mampu menjaga momentum ini, Inter diyakini akan tetap berada di jalur perebutan gelar.
Jawaban Tegas di Lapangan
Kebangkitan Lautaro Martínez menjadi pengingat bahwa pemain kelas dunia menjawab kritik dengan performa, bukan kata-kata. Dari diragukan, kini ia kembali menjadi tumpuan dan simbol kekuatan Inter Milan.
Disclaimer:





