
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 9 September 2026
Gelar juara Liga Champions menjadi salah satu target utama Harry Kane bersama Bayern Munich. Setelah dua kali mencapai semifinal sejak bergabung dengan Die Roten, Kane percaya timnya semakin dekat dengan trofi Si Kuping Besar.
Bayern terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada musim 2019/2020. Setelah itu, pencapaian terbaik mereka di kompetisi Eropa tersebut hanya mencapai babak semifinal.
Sejak bergabung dengan Bayern pada 2023, Kane sudah dua kali merasakan semifinal Liga Champions. Pada musim 2023/2024, langkah Bayern dihentikan Real Madrid. Sementara musim lalu, Die Roten harus tersingkir di semifinal setelah dikalahkan Paris Saint-Germain, yang kemudian keluar sebagai juara.
Kane menilai pengalaman dari kegagalan tersebut membuat Bayern semakin matang. Menurutnya, jarak antara Bayern dan gelar juara tidak terlalu jauh.
“Ya, kami sangat dekat. Saya kira musim lalu selisihnya sangat tipis, disingkirkan tim yang juara Liga Champions beruntun. Tidak perlu malu. Kami menyambut musim ini dengan mengatakan bahwa ini harus jadi tahun kami. Kami harus mencari cara untuk menuntaskannya,” ujar Kane kepada TNT Sports.
Penyerang asal Inggris itu juga menilai keberadaan Vincent Kompany yang memasuki musim keduanya sebagai pelatih dapat membantu Bayern berkembang. Menurut Kane, waktu yang lebih panjang bersama pelatih membuat para pemain semakin memahami satu sama lain.
“Dari tahun ke tahun dan pelatih sudah di sini satu tahun lagi, saya kira Anda belajar lebih dan lebih dan mengeluarkan yang terbaik dari satu sama lain. Tapi ya, kami sudah dekat,” katanya.
Namun, Kane menyadari perjalanan menuju gelar Liga Champions tidak hanya ditentukan oleh kualitas sebuah tim. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh, termasuk kondisi pemain dan momentum pada fase-fase penting.
“Di Liga Champions, bukan cuma soal jadi tim terbaik, kadang Anda butuh semua berjalan sesuai keinginan Anda di waktu yang tepat. Harus bebas cedera, butuh pemain-pemain terbaik di lapangan. Jadi banyak yang dibutuhkan dalam perjalanannya,” ujar Kane.
Kane juga mengingat kembali perjalanan Bayern pada musim lalu. Ia menilai duel melawan PSG menjadi bukti bahwa pertandingan di level tertinggi Liga Champions bisa ditentukan oleh detail-detail kecil.
“Bahkan musim lalu, di tahun pertama Vinnie (Kompany), saya merasa kami punya peluang yang bagus, tapi tahun lalu saya merasa sangat baik. Dua pertandingan melawan PSG — khususnya pertandingan pertama — adalah pertandingan yang gila, dua tim terbaik bersaing ketat,” tuturnya.
Karena itu, Kane berharap Bayern mampu menemukan perbedaan kecil yang selama ini membuat mereka gagal melangkah ke final. Baginya, gelar Liga Champions bukan hanya ambisi pribadi, tetapi juga target utama klub.
“Dan saya kira tahun ini tidak akan jauh berbeda dan ini hanya soal apakah kami bisa menemukan perbedaan kecil itu untuk menembusnya dan mewujudkan Liga Champions karena itu target saya. Itu adalah target seluruh tim dan di klub ini itu selalu jadi standar yang selalu kami coba raih di setiap musimnya,” pungkas Kane.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




