
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 18 Agustus 2026
Manchester City memasuki babak baru setelah berpisah dengan Pep Guardiola. Kini, tongkat estafet kepelatihan berada di tangan Enzo Maresca yang menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali The Citizens.
Era Maresca dimulai dengan hasil mengecewakan. Manchester City kalah telak 0-3 dari Arsenal pada Community Shield 2026 di Principality Stadium, Minggu (16/8) malam WIB. Dalam pertandingan tersebut, City kesulitan mengimbangi permainan Arsenal dan gagal menciptakan respons berarti setelah tertinggal.
Maresca sebenarnya bukan sosok asing bagi Manchester City. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola pada 2022-2023. Setelah itu, Maresca melanjutkan karier sebagai manajer Leicester City dan Chelsea.
Bersama Chelsea, Maresca berhasil mempersembahkan trofi UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika dirinya dipercaya menggantikan Guardiola di Manchester City.
Namun, tantangan yang dihadapi Maresca jelas tidak mudah. Guardiola meninggalkan warisan luar biasa setelah sekitar satu dekade menangani City. Pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan berbagai gelar, termasuk enam trofi Premier League dan satu Liga Champions.
Kepergian Guardiola pun dinilai meninggalkan lubang besar di tubuh Manchester City. Pundit BBC sekaligus mantan pemain Everton, Pat Nevin, melihat City kini memang sedang berada dalam periode transisi.
“Para penggemar Man City pasti menyadari, ini adalah masa transisi,” ujar Nevin.
Menurut Nevin, City sebenarnya datang ke Community Shield dengan ambisi memenangkan trofi. Namun, performa yang ditampilkan justru jauh dari ekspektasi.
“Menurut saya, Man City tidak datang hari ini sekadar untuk lari-lari santai. Mereka datang dengan ambisi memenangkan Community Shield, namun performa mereka jauh dari harapan untuk mewujudkannya,” lanjutnya.
Persaingan di Premier League musim 2026/2027 juga diprediksi semakin berat. Arsenal sebagai juara bertahan terus memperkuat skuad, sementara klub-klub lain juga melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas tim.
Nevin menilai masih ada sejumlah pemain City yang belum mencapai performa terbaiknya. Salah satunya Erling Haaland yang dinilai belum berada dalam kondisi optimal.
“Saat ini, Haaland belum mencapai performa terbaiknya, dan itu memberikan dampak yang signifikan. Doku dan Semenyo memang sempat menunjukkan aksi gemilang sesekali, sementara Elliot Anderson, meski sudah berusaha keras, belum benar-benar padu dengan tim,” papar Nevin.
Kekalahan dari Arsenal memang baru menjadi satu pertandingan. Namun, hasil tersebut memperlihatkan bahwa Maresca masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum Manchester City benar-benar siap bersaing di level tertinggi.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh City,” tutup Nevin.
Dengan musim baru segera berjalan, Maresca kini dituntut menemukan formula terbaik untuk City. Setelah era panjang Guardiola berakhir, membangun identitas baru sekaligus mempertahankan standar tinggi The Citizens menjadi tantangan terbesar sang manajer.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




