
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 12 Agustus 2026
Donald Trump memberikan dukungan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah mendapat sorotan dan tekanan untuk mundur. Presiden Amerika Serikat itu bahkan memperingatkan FIFA agar tidak mengambil keputusan untuk mengganti Infantino.
Lewat media sosial Truth, Trump menilai Infantino telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, terutama setelah suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“FIFA akan membuat kesalahan besar jika, dengan alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino,” tulis Trump.
“Dia luar biasa, baru saja memimpin Piala Dunia yang paling sukses—empat kali lipat lebih sukses—dari yang pernah diselenggarakan. Jika dia pergi, acara itu takkan pernah sesukses atau seuntung itu lagi,” lanjutnya.
Piala Dunia 2026 memang menjadi salah satu alasan kuat Trump memberikan dukungan kepada Infantino. Turnamen tersebut digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA juga mengklaim mencatat rekor pendapatan tertinggi dari ajang tersebut, mencapai sekitar 15 miliar dolar AS atau setara Rp268 triliun.
Namun, posisi Infantino justru mulai mendapat tekanan setelah Piala Dunia berakhir. Ia mewacanakan penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada pihak swasta melalui proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
Dalam rencana tersebut, FIFA disebut siap melepas sekitar 20 persen saham kepada investor. Perusahaan swasta Thrive Eteral yang dikabarkan memiliki hubungan dengan keluarga Trump bahkan disebut berpotensi menjadi bagian dari kelompok investor tersebut.
Rencana itu kemudian memicu kritik keras terhadap Infantino. Ia dianggap terlalu mengedepankan kepentingan bisnis dan berpotensi mengomersialkan sepak bola secara berlebihan.
Tekanan terhadap Infantino juga datang dari sejumlah konfederasi. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), CONCACAF, hingga UEFA disebut mulai mengambil sikap agar Infantino meninggalkan jabatannya sebagai orang nomor satu FIFA.
Meski demikian, FIFA menyatakan Infantino masih mendapatkan dukungan dari sejumlah federasi anggota, termasuk Indonesia dan Argentina. Dengan situasi yang semakin panas, persaingan untuk menentukan masa depan kepemimpinan FIFA pun mulai menjadi perhatian dunia sepak bola.
Kini, dukungan terbuka dari Donald Trump menjadi tambahan kekuatan politik bagi Infantino di tengah tekanan yang terus berdatangan.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




