
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 5 Agustus 2026
Asosiasi Sepakbola Yordania (JFA) melontarkan kritik keras kepada FIFA setelah Presiden JFA, Ali bin Al Hussein, menuding organisasi sepakbola dunia tersebut melakukan tindakan yang disebutnya sebagai bentuk pemerasan. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan panjang di akun media sosial X pada Selasa (4/8/2026).
Ali bin Al Hussein mengungkapkan sejumlah persoalan yang menurutnya menunjukkan perlakuan tidak adil terhadap Yordania, mulai dari kesulitan suporter memasuki Amerika Serikat saat Piala Dunia 2026 hingga dugaan tekanan politik terkait dukungan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Keluhan pertama berkaitan dengan para pendukung Yordania yang disebut mengalami kesulitan memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat, meski telah memiliki tiket resmi pertandingan.
“Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua di antaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket yang juga dijual dengan harga sangat mahal,” tulis Ali bin Al Hussein.
Selain itu, JFA juga memprotes kebijakan pajak yang dikenakan kepada tim mereka selama berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026. Menurut Ali, beban pajak tersebut mengurangi dana yang seharusnya diterima pemain dan staf, sementara tim yang bermarkas di Kanada maupun Meksiko tidak mengalami perlakuan serupa.
Tak hanya itu, Ali juga mengungkapkan bahwa hadiah atas pencapaian Yordania sebagai runner-up Piala Arab 2025 hingga kini belum diterima. Ia mempertanyakan komitmen FIFA yang disebut memiliki cadangan dana miliaran dolar, namun belum menyalurkan hak finansial peserta turnamen.
Puncak kritik Ali tertuju pada dugaan adanya tekanan politik dari FIFA. Ia mengklaim pernah mendapat pesan secara lisan saat Piala Dunia 2026 bahwa dukungan kepada Gianni Infantino akan mempermudah berbagai urusan federasi sepakbola Yordania.
“Kami di Yordania bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak pernah mendukungnya sebelumnya dan tentu saja tidak akan melakukannya sekarang. Seluruh situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk menyerah pada hal itu,” tegas Ali bin Al Hussein.
Pernyataan tersebut semakin menambah daftar federasi yang disebut tidak lagi memberikan dukungan kepada Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027. Sebelumnya, federasi dari Inggris, Wales, Finlandia, dan Swedia juga dikabarkan menarik dukungan mereka terhadap pria asal Swiss tersebut.
Kontroversi yang terus bermunculan membuat posisi Gianni Infantino kembali menjadi sorotan. Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang disampaikan Presiden Asosiasi Sepakbola Yordania tersebut.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




