
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 1 Agustus 2026
Kepala Operasi FIFA, Kevin Lamour, melontarkan kritik kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE). Ia menilai proses penyusunan kebijakan tersebut tidak dilakukan secara terbuka.
Wacana penjualan saham Piala Dunia sebelumnya memicu gelombang penolakan dari berbagai konfederasi. UEFA menjadi pihak yang paling keras menentang, disusul CONCACAF dan AFC yang juga menyatakan keberatan.
Penolakan juga datang dari internal FIFA. Penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap rencana yang diusung oleh Infantino.
Menurut Lamour, proyek FFE merupakan inisiatif yang tidak melibatkan pembahasan secara menyeluruh. Ia menegaskan proyek tersebut seharusnya tidak dilanjutkan dan meminta para pemimpin sepak bola mengambil keputusan yang tepat.
Lamour bahkan mengaku siap menerima konsekuensi atas kritik yang disampaikannya, termasuk jika harus kehilangan jabatannya. Baginya, menyampaikan pendapat secara terbuka lebih penting demi menjaga integritas organisasi.
Di tengah gelombang penolakan tersebut, FIFA sempat menegaskan bahwa keuntungan dari FFE akan dibagikan kepada seluruh negara anggota. Namun, setelah mendapat kritik luas dari berbagai pihak, FIFA akhirnya resmi membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi GoalParlay sebagai bagian dari liputan eksklusif seputar sepak bola internasional. Informasi bersumber dari media terpercaya dan disajikan dalam gaya khas GoalParlay. Gambar yang digunakan bersumber dari situs publik dan hak cipta tetap milik pemilik aslinya. Jika Anda keberatan atas penayangan konten, silakan hubungi kami melalui kontak redaksi.




