
Ditulis oleh Redaksi GoalParlay
Update: 28 Juni 2026
Timnas Iran mengakhiri perjuangannya di fase grup Piala Dunia 2026 tanpa sekalipun menelan kekalahan. Namun, pelatih Amir Ghalenoei justru melontarkan kritik keras kepada tuan rumah Amerika Serikat yang dinilainya memberikan perlakuan tidak adil kepada skuad Iran sepanjang turnamen berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalenoei setelah Iran bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G di Seattle, Sabtu (27/6/2026) pagi WIB. Hasil tersebut menjadi seri ketiga Iran setelah sebelumnya menahan Selandia Baru 2-2 dan Belgia 0-0.
Dengan koleksi tiga poin, Iran menutup fase grup di peringkat ketiga klasemen Grup G. Meski gagal melaju ke babak berikutnya, Ghalenoei tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya yang mampu tampil kompetitif di tengah berbagai kendala.
“Saya bangga kepada para pemain. Apa yang telah dilakukan para pemain muda ini layak tercatat dalam sejarah karena negara tuan rumah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil,” ujar Ghalenoei.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga meminta FIFA untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang pada edisi Piala Dunia berikutnya.
“Terlepas dari semua masalah yang kami hadapi, kami tetap mampu tampil baik dan membuat rakyat Iran bangga. Saya mendesak FIFA agar tidak membiarkan negara tuan rumah memperlakukan pemain dan tim seperti yang kami alami di Piala Dunia berikutnya,” tegasnya.
Selama mengikuti Piala Dunia 2026, Iran memang menghadapi berbagai kendala administratif. Awalnya mereka berencana bermarkas di Tucson, Arizona, namun akhirnya harus memindahkan pusat latihan ke Tijuana, Meksiko, akibat pembatasan visa masuk ke Amerika Serikat di tengah memanasnya hubungan kedua negara.
Pada dua pertandingan pertama, skuad Iran hanya diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat sehari sebelum pertandingan dimulai. Menjelang laga terakhir, aturan tersebut sedikit dilonggarkan dengan memperbolehkan mereka datang dua hari lebih awal. Namun setelah pertandingan selesai, seluruh rombongan kembali diwajibkan segera kembali ke Meksiko, sehingga waktu pemulihan para pemain menjadi sangat terbatas.
Selain itu, sejumlah ofisial Timnas Iran juga tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat Iran menjalani seluruh fase grup tanpa didampingi tim kepelatihan dan staf secara lengkap.
Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, turut menyuarakan kekecewaannya terhadap situasi tersebut. Meski mengaku menyukai kota Tijuana dan masyarakat Meksiko, ia menilai pengaturan perjalanan yang terus berpindah negara bukanlah kondisi ideal bagi tim yang sedang tampil di ajang sebesar Piala Dunia.
“Kami mencintai Tijuana dan masyarakat Meksiko. Mereka sangat baik kepada kami. Namun sebagai pemain profesional yang bermain di kompetisi sebesar Piala Dunia, situasi seperti ini jelas tidak seharusnya terjadi,” ujar Taremi.
Disclaimer:
👉 Lihat juga prediksi parlay terbaru lainnya di GOALParlay.




