Manchester United dinilai berhasil menjawab berbagai keraguan usai menaklukkan Liverpool dengan skor 3-2 dalam lanjutan Premier League.
Bermain di Old Trafford, MU sempat unggul dua gol lewat Matheus Cunha dan Benjamin Sesko.
Namun, Liverpool bangkit di awal babak kedua melalui Dominik Szoboszlai dan Cody Gakpo.
Kemenangan akhirnya ditentukan oleh gol Kobbie Mainoo di menit ke-77.
Eks pemain MU, Dion Dublin, menyebut hasil ini sebagai jawaban atas keraguan terhadap tim dan manajer.
Namun, mari kita uji klaim tersebut.
Apakah satu kemenangan besar cukup untuk menghapus semua keraguan?
Seorang analis skeptis akan mengatakan tidak.
MU memang menang, tetapi sempat kehilangan keunggulan dua gol—indikasi bahwa masalah konsistensi masih ada.
Di sisi lain, kemampuan untuk kembali unggul setelah disamakan menunjukkan mentalitas yang kuat.
Ini adalah kualitas penting bagi tim yang ingin bersaing di level tertinggi.
Perspektif alternatifnya, kemenangan ini lebih tepat disebut sebagai langkah progres, bukan bukti final.
MU telah mengamankan tiket ke Liga Champions, tetapi tantangan berikutnya jauh lebih besar.
Kesimpulannya, kemenangan atas Liverpool memang signifikan.
Namun, jika ingin benar-benar membungkam kritik, Manchester United perlu menunjukkan konsistensi dalam jangka panjang—bukan hanya satu laga besar.
Disclaimer: