Arsenal kembali mendapat sorotan setelah kalah 1-2 dari Bournemouth. Kekalahan ini memunculkan anggapan bahwa padatnya jadwal membuat performa tim menurun.
Namun, manajer Mikel Arteta menolak jika hasil buruk tersebut hanya disebabkan oleh faktor kelelahan fisik. Ia menilai analisis seperti itu terlalu sederhana.
Dalam laga tersebut, Arsenal kebobolan lewat gol Eli Junior Kroupi dan Alex Scott, sementara satu-satunya gol balasan dicetak Viktor Gyokeres dari titik penalti.
Arteta mengakui timnya sempat memiliki momen positif, terutama saat berhasil keluar dari tekanan lawan. Namun, kurangnya efisiensi dalam memanfaatkan peluang menjadi masalah utama.
Selain itu, kesalahan dalam bertahan juga membuat pertandingan kembali terbuka dan memberi kesempatan bagi Bournemouth untuk mengamankan kemenangan.
Arsenal memang tengah menjalani jadwal padat setelah jeda internasional, termasuk pertandingan di Piala FA dan Liga Champions. Meski demikian, Arteta menegaskan bahwa faktor taktis dan eksekusi di lapangan lebih berpengaruh dibanding sekadar kondisi fisik.
Selanjutnya, Arsenal akan menghadapi Sporting CP di Liga Champions. Laga ini menjadi krusial karena hasil buruk bisa mengancam langkah mereka di kompetisi Eropa.
Disclaimer: