Bosnia-Herzegovina memang tidak memiliki stadion berkapasitas besar, namun atmosfer di kandang mereka diyakini akan menjadi tantangan berat bagi Italia.
Kedua tim akan saling berhadapan dalam final playoff Piala Dunia 2026 pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Bosnia lolos ke fase ini setelah menyingkirkan Wales lewat adu penalti, sementara Italia menang 2-0 atas Irlandia Utara.
Secara kualitas, Italia lebih diunggulkan. Selain memiliki skuad yang lebih mumpuni, Gli Azzurri juga berambisi mengakhiri kegagalan mereka lolos ke dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Meski demikian, Bosnia tidak bisa dianggap remeh, terutama karena mereka akan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter.
Pertandingan akan digelar di Stadion Bilino Polje yang hanya berkapasitas sekitar 15 ribu penonton. Namun, atmosfer di stadion tersebut dikenal sangat intens dan menekan tim lawan.
Mantan pemain Bosnia, Miralem Pjanic, mengungkapkan bahwa suasana di stadion itu jauh lebih terasa besar dari kapasitas aslinya.
“Secara kapasitas memang kecil, tapi saat bermain di sana rasanya seperti menghadapi puluhan ribu penonton. Stadionnya klasik, bahkan ruang gantinya sederhana, tapi lawan selalu merasa tidak nyaman,” ujar Pjanic.
Ia juga menambahkan bahwa tekanan dari suporter sangat terasa karena jarak yang dekat dengan lapangan.
“Fans sangat dekat dengan pemain, hampir seperti berada di samping lapangan. Tidak ada area VIP khusus, semua menyatu, dan suasananya sangat bising sepanjang pertandingan,” jelasnya.
Dengan atmosfer seperti itu, Bosnia berpeluang memberikan perlawanan sengit dan menyulitkan Italia dalam perebutan tiket ke Piala Dunia 2026.
Disclaimer: