Eks manajer Nottingham Forest, Ange Postecoglou, mengungkap pengalaman pahit saat dipecat dari klub tersebut. Ia menyebut proses pemecatannya berlangsung secara “brutal”.
Postecoglou hanya bertahan sekitar satu bulan setelah ditunjuk menggantikan Nuno Espirito Santo pada September lalu. Dalam delapan pertandingan yang dipimpinnya, hasil yang diraih jauh dari harapan, dengan enam kekalahan dan dua hasil imbang.
Laga terakhirnya bersama Forest berakhir buruk setelah tim kalah 0-3 dari Chelsea di kandang sendiri. Tak lama setelah pertandingan berakhir, keputusan pemecatan langsung diambil oleh manajemen klub.
Postecoglou mengaku sudah memperkirakan hal tersebut akan terjadi, namun tetap terkejut dengan cara pemecatan yang dilakukan tepat setelah laga selesai.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bahkan belum sempat berbicara dengan staf pelatih sebelum harus meninggalkan klub.
Situasi semakin sulit ketika ia harus melewati kerumunan wartawan dan suporter dalam kondisi emosional.
Dalam perjalanan meninggalkan stadion, Postecoglou juga menghadapi ejekan dari suporter, baik dari tim lawan maupun pendukung klub sendiri.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berat dalam karier kepelatihannya.
Kisah ini kembali menyoroti kerasnya dunia sepak bola profesional, di mana tekanan hasil bisa berujung keputusan cepat tanpa banyak ruang bagi proses.
Disclaimer: