Pemerintah Meksiko berkomitmen memberikan pengamanan maksimal selama penyelenggaraan FIFA World Cup 2026. Presiden Claudia Sheinbaum mengumumkan rencana pengerahan hingga 100 ribu personel keamanan untuk menjaga jalannya turnamen.
Pernyataan tersebut disampaikan Sheinbaum saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Jalisco pada 6 Maret lalu. Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya memastikan keamanan masyarakat dan pengunjung internasional menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Meksiko dijadwalkan menggelar 13 pertandingan di tiga kota besar, yakni Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey.
Namun situasi keamanan di negara tersebut belakangan menjadi perhatian setelah meningkatnya gelombang kekerasan. Ketegangan meningkat setelah operasi militer pada 22 Februari 2026 yang menewaskan pemimpin kartel narkoba Nemesio Oseguera Cervantes dalam baku tembak.
Tokoh tersebut diketahui merupakan pimpinan dari Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel narkoba paling berpengaruh di Meksiko. Kematian El Mencho memicu sejumlah aksi balasan di berbagai wilayah negara tersebut.
Meski demikian, Sheinbaum berusaha menenangkan publik dengan menegaskan bahwa pemerintah bekerja keras menjaga stabilitas dan keamanan.
“Kami di sini untuk memberi tahu bahwa kami bersama dan bekerja demi perdamaian, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Sheinbaum.
Sementara itu, Kepala Pusat Koordinasi Piala Dunia Meksiko, Roman Villalvazo Barrios, menjelaskan bahwa total pasukan yang akan dikerahkan mencapai sekitar 99 ribu personel.
Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 20 ribu personel militer dan Garda Nasional, 55 ribu polisi, serta ribuan anggota keamanan swasta. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan negara tuan rumah lainnya untuk memastikan keamanan selama turnamen berlangsung.
Menurut Barrios, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menghadirkan dua tantangan besar bagi Meksiko: menunjukkan kepada dunia bahwa negara tersebut aman dan mampu mengatasi setiap ancaman yang berpotensi mengganggu keamanan nasional.
Disclaimer: