Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, kembali menyinggung kemungkinan keikutsertaan negaranya di Piala Dunia 2026. Situasi geopolitik yang memanas membuat Iran mempertimbangkan langkah tersebut.
Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi nasional Iran, Taj menilai turnamen tersebut berlangsung dalam kondisi yang tidak ideal.
“Jika Piala Dunia digelar dalam situasi seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti itu?” ujar Mehdi Taj.
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Ketegangan meningkat setelah perang yang juga menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur.
Sebelum konflik memanas, Iran sebenarnya sudah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Team Melli tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Namun kondisi politik dan keamanan saat ini membuat partisipasi Iran menjadi tanda tanya. Pemerintah Iran disebut masih membahas kemungkinan tim nasional tetap berangkat atau justru mundur dari turnamen tersebut.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menanggapi isu tersebut. Ia menyatakan tidak terlalu mempermasalahkan jika Iran memutuskan untuk tidak ikut serta di ajang tersebut.
Di sisi lain, FIFA berharap tidak ada perubahan terkait daftar peserta Piala Dunia 2026. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan bahwa peserta turnamen masih sama seperti yang diumumkan saat undian pada Desember lalu.
Disclaimer: